Jumat, 09 Januari 2015

As Seen On TV

Pengarang : Christian Simamora
Penerbit : Twigora
Tahun : 2014
Tebal : 484 halaman

Sinopsis:

AKU INGIN JADI ORANG YANG KAMU INGAT SAAT GEMBIRA,BUKAN YANG KAMU HUBUNGI SAAT SEDANG KESEPIAN SAJA.

Dear pembaca,

Jujur saja, sekali ini, aku benar-benar bingung harus mulai bercerita dari mana dulu tentang novel ini. Apakah harus kumulai dari pengakuan pribadiku bahwa novel ini yang paling melibatkanku secara emosional dibanding karya-karya sebelumnya? Ataukah tentang ide dasar ceritanya yang merupakan ketakutan terbesarku?
Mungkin kamu familier dengan alur cerita novel ketiga belasku ini. Bisa jadi, aku malah mengingatkanmu pada seseorang di masa lalu atau malah yang kau kenal sampai sekarang. Kukatakan padamu, novel ini memang tentang dia. Tentang seseorang yang setengah mati ingin kamu benci—karena mungkin hanya dengan begitu kamu bisa berhenti peduli. Tentang dia yang teramat berarti sekaligus yang sering membuatmu menangis seorang diri.
Jadi, apa keputusanmu? Apakah kamu siap berbagi tawa dan luka bersamaku sekarang? Aku tidak akan menjanjikan apa-apa lagi padamu... selain bahagia menanti di halaman akhir novel ini.

Selamat jatuh cinta.
CHRISTIAN SIMAMORA


Review:

Javier Bungsu Vimana (yes, another Vimana) adalah sepupu jauhnya Jandro di All You Can Eat. Seperti Vimana lainnya, darah bisnis mengalir di darah Javi. Javi memiliki kafe bernuansa Rusia bernama Tolstoy di sebuah mall, dengan Kendra sebagai manajer di kafenya itu. Javi dan Kendra sudah bersahabat sejak lama.

Diam-diam, Kendra menaruh hati pada Javi. Tapi karena tak mau merusak hubungan bertahun-tahun mereka, Kendra memilih menyimpannya rapat-rapat. Gara-gara itu, Kendra hanya bisa diam tiap kali mendengar cerita Javi one night stand dengan banyak wanita—yap, Javi memang player.

Awalnya, Kendra terus berharap suatu saat Javi menyadari keberadaan Kendra lebih dari sahabat dan berbalik menyukainya.

“…gue yakin Javi nggak punya perasaan khusus sama gue. Berteman bertahun-tahun cukup jadi bukti kalo yan seperti itu nggak pernah terbersit di pikirannya.”


Karena itu Laura, sahabat Javi dan Kendra yang lain, mengajak mereka main truth or dare. Tapi sayang, Javi dengan jelas dan frontal bilang baginya Kendra hanya teman dan nggak akan ia jadikan pacar.

Merasa kesal, sedih, dan kecewa, Kendra merasa tak ada gunanya berharap lagi. Berusaha move on, Kendra akhirnya mulai merubah penampilan, yang aslinya sebenarnya sudah cantik, jadi tambah cantik. Kendra juga bertemu pria lain yang tak ragu menyatakan ketertarikan padanya, Orion, ketika ia menemani Javi dalam acara konvoi komunitas Shylock.

Perlahan, Kendra membuka hati untuk Orion.
Dan perlahan juga, Javi merasakan sesuatu dalam dirinya mulai berubah.


Yang membuatmu patah hati sebenarnya bukan cinta, melainkan besarnya harapan yang kau pertaruhkan untuknya.

* * *

OH. MY. GOSH. 
OH. MY. GOSH.

Fix, fix, fix!!! 
Javi jadi idaman pertama #JBoyfriend saya dan (sepertinya akan) menggeser Jet di hati saya. Uh, maafin aku, Jethro, I can’t resist you but I can’t resist Javier more #halah


So, here we go.

Secara tema udah klise dan umum banget ya: sahabat jadi cinta (dan friendzone). Bahkan cerita #JBoyfriend udah ada yang seperti ini. Kayak model Pillow Talk, cuma lebih complicated dan lebih, euh, vulgar (sepertinya). 

Kenapa complicated? Karena dari awal, Javi bener-bener nggak ada rasa sama Kendra; beda dengan Emi di PillowTalk yang pernah nyimpen rasa buat Jo tapi dipendem karena trauma sama isu sahabat-jadi-pacar. Jadi, dalam kasus Javi-Kendra, harus ada Orion sebagai pemicu rasa cemburu Javi. Anyway, Javi kalo cemburu cute juga ya walaupun ngeselin, haha.

Dari awal, dalam tiap seri #JBoyfriend, saya ngerasa selalu ada persamaan fisik cowoknya: wajah ganteng, body sekseh ber-sixpacks, dan dompet tebal. Javi… ya, dia sama juga. Hanya saja, Javi bisa dibilang nggak terlalu ‘sukses’. Nggak seperti Vimana lainnya yang sukses bisnis berskala besar, omset milyaran rupiah, Javi hanya memiliki kafe di mall—yang kalo kata ayahnya bisnis receh. Cuma, kenapa ya, si Javi ini beda aja. Dia player, dari luar cool, tapi sebenernya rapuh dan bikin gemes.

Sementara untuk karakter Kendra, saya rasa lebih manusiawi dibanding cewek #JBoyfriend lainnya. Lovable banget!! Kendra yang nggak punya dan nggak bisa bawa mobil, Kendra yang atributnya nggak selalu bermerk, Kendra yang diem-diem suka jejeritan ge-er, dan… Kendra yang masih virgin :)

Nah, karena itu, saya ngerasa ASOT ini salah satu yang the best dari #JBoyfriend. Suka banget deh.
Plotnya bisa dibilang rapi, adegan dan dialog Javi-Kendra bener-bener nunjukin mereka akrab dan deket, lucunya dapet (oh, nggak tau deh udah ada berapa kali saya ketawa ngakak), sedihnya dapet walaupun untungnya nggak bikin nangis bombay, dan tegangnya juga dapet (walaupun ada bagian yang sempat hancur karena jadi ketawa: pas bagian Orion ditabrak cabe-cabean—ugh, itu obrolan si cabe-cabean penghancur mood banget tapi saya nggak bisa nggak ketawa bagian itu XD oke, jadi biarkanlah).

4 bintang untuk cerita yang bikin emosi naik turun, untuk Javi yang bikin gemes, dan untuk Kendra yang lovable (aduh sumpahan, suka banget pasangan iniii♡♡♡)


Rate: 4/5 


PS: Lagi-lagi, Bang CS bisa bikin saya betah baca novel 400+ halaman tanpa bosan :)) 

4 comments:

Deasy Dirgantari Sasongko mengatakan...

Hai, salam kenal ya!
Emang banyak yang bilang ASOT ini #JBoyfriend yang paling bagus ceritanya. Jadi penasaran, hehe. Btw, bukanya ini terbitan Twigora ya bukan Gagas Media?

Viktoria Mardhika mengatakan...

Hai, salam kenal juga :))
Setuju! Dari semua #JBoyfriend ASOT emang menurutku beda aja sama yang lain. Monggo dibaca, gak bakal nyesel deh, hehe.

Oh ya, makasih koreksinya! Wkwk baru nyadar, abis seri #JBoyfriend keseringannya diterbitin Gagas Media :p

oky septya mengatakan...

Kamu suka badboy yaa ternyataa hahaha.. antimainstream, biasanya pada suka sama Jandro

Viktoria Mardhika mengatakan...

Hehehe iya mbak andai aja AYCE lebih gimanaaa gitu mungkin aku bakal suka Jandro

Posting Komentar

Blog Template by SuckMyLolly.com